SafelinkU | Shorten your link and earn money

Rabu, 18 September 2019

Pengertian dan Bagian Panca Sradha

Pengertian dan Bagian Panca Sradha

Sebagai umat hindu ada tattwa atau dasar sastra menjadi pokok dan landasan bagi para umat hindu untuk mempercayai keberadaan tuhannya. Kepercayaan umat hindu tersebut dituangkan dalan lima dasar keyakinan yang dikenal dengan Panca Sradha lima keyakinan untuk mencapai tujuan hidup
Dari unsur kata, dapat diartikan bahwa Panca berarti lima, dan Sradha berarti Kepercayaan atau Keyakinan. Jadi Panca Sradha adalah lima keyakinan/kepercayaan yang melandasi umat hindu dalam menjalani kehidupan di dunia ini.


Selasa, 10 September 2019

Cara Ampuh Menghilangkan Ketombe Secara Alami

Cara Ampuh Menghilangkan Ketombe Secara Alami

Nah sebelum anda ke caranya, anda harus ketahui penyebab dari ketombe di rambut anda terlebih dahulu!

Penyebab munculnya ketombe

Sering kali orang yang memiliki banyak ketombe diidentikan bahwa dia malas untuk mencuci rambut secara teratur, memang benar demikian karena saat kita beraktifitas di luar ruangan apalagi di bawah matahari secara langsung tentu hal tersebut membuat kulit kepala kita menjadi berkeringan dan lepek, jika tidak di cuci secara teratur, tentu akan muncul ketombe yang sangat mengganggu.  Selain itu ada juga beberapa penyebab lainnya antara lain kesalahan atau ketidak cocokan saat menggunakan produk shampo tertentu, anda pasti pernah mengalaminya rambut rontok atau ketombe an saat menggunakan shampo yang salah.  Pewarnaan rambut dan styling juga menjadi salah satu penyebab munculnya ketombe, karena saat styling dan pewarnaan pasti meninggalkan residu, serpihan kering yang dapat memicu reaksi kulit yang dapat terlihat sebagai ketombe.

Kamis, 05 September 2019

5 cara menghilangkan jerawat secara alami

5 cara menghilangkan jerawat secara alami

Jerawat menjadi masalah yang paling sering dialami baik itu untuk wanita maupun pria. Masalah kulit yang satu ini menjadi problem yang cukup meresahkan mengingat dapat mengurangi rasa percaya diri seseorang.


Kamis, 29 Agustus 2019

Pengertian dan Tujuan Teknologi Pendidikan

Pengertian Teknologi Pendidikan

Teknologi pendidikan adalah kajian dan praktik untuk membantu proses belajar dan meningkatkan kinerja dengan membuat, menggunakan, dan mengelola proses dan sumber teknologi yang memadai.
Dalam arti sempit teknologi pendidikan adalah media pendidikan, yakni teknlogi yang digunakan sebagai alat bantu dalam pendidikan supaya lebih efektif, efisien dan berhasil.

Senin, 26 Agustus 2019

Para dan Apara Widya

Para dan Apara Widya

Dalam kitab Agni Purana, Ilmu pengetahuan ada 2 jenis, yaitu Para Widya dan Apara Widya. Sastra suci telah banyak memberikan ilmu pengetahuan kepada kita, sehingga ilmu pengetahuan  yang memiliki banyak cabang telah memberikan pilihan bagi kita untuk menekuni  cabang Ilmu pengetahuan. Supaya kita dapat membedakan jenis ilmu pengetahuan dan tidak mencampuradukan ilmu pengetahuan, maka Para Widya dan Apara Widya ini yang menjadi sudut pandang.

  • Para Widya

Ilmu pengetahuan Para Widya adalah ilmu yang mempelajari tentang pengetahuan kerohanian atau yang biasa kita sebut dengan Brahma Widya. ilmu pengtahuan yang sifatnya tidak bisa dirubah atau dilekang zaman.  Jika kita lihatdari kitab suci Veda, maka yang termasuk dalam jenis ilmu pengetahuan ini adalah Veda Sruti. Dalam veda Sruti melahirkan tiga cabang lagi, itu adalah Mantra, Brahmana dan Upanisad. Yang mana Veda Sruti ini menrupakan Wahyu Langsung dari Tuhan yang disampaikan melalui para Rsi pada saat melakukan Tapa.  Sruti juga sering dikenal denga Catur Veda yaitu, Reg Weda, Yayur Veda, Sama Veda dan Atharwa Veda .



  • Apara Widya

Apara Widya merupakan ilmu pengetahuan yang  berisi tentang pengetahuan keduniawian. Ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimanan perkembangan zaman serta ilmu pengetahuan yang memiliki sifat yang dapat berubah seiring dengan perkembangan zaman. Ilmu pengetahuan jenis ini memilki ribuan cabang. jika dilihat dari isinya, kitab Veda Smrti tergolong ilmu pengetahuan Apara Widya, karena Veda Smrti ini tersusun dari cerita-cerita Itihasa, atas dasar kesepakatan para orang suci dan pimpinan lembaga , yang isi memberikan pengetahuan tentang bagaimana kita menjalani hidup. Misalnya kitab Ramayana, Mahabrata dan Menawa Dharmasatra.



Kedua ilmu pengetahuan di atas tersebut sangat penting untuk kita ketahui, karena dalam kehidupan diperlukan keseimbangan untuk menuntun hidup kearah yang lebih baik. Ilmu keduniawian yang banyak kita kuasai apa bila tidak seimbang dengan pengetahuan rohani/keTuhanan maka sudah pasti ilmu yang kita miliki tidak bermanfaat baik. Untuk itu, mari kita gali sebanyak-banyaknya Ilmu Pengetahuan Para Widya dan Apara Widya. Seperti yang diungkapkan oleh Albert Einstein Ilmu Tanpa Agama Itu Buta, Agama Tanpa Ilmu Itu Lumpuh. Pengetahuan agama sangat membantu kita untuk memahami pengetahuan Para Widya, oleh karena itu Agama merupakan pendukung kita dalam menguasai Ilmu-Ilmu pengetahuan yang lainnya.

1. Nilai-nilai yang terkandung dalam Para dan Apara Vidya
Narada bersifat baik dan penuh keinginan akan kebahagian abadi. Meskipun Narada memiliki pengetahuan yang sangat banyak namun dia tidak sombong. Narada masih ingin belajar kepada Rsi Sanatkumara tentang pengetahuan para widya (Jiwa/atman/spirit benda-benda).Rsi Sanatkumara memiliki sifat yag tulus dan selalu siap melayani siapa mengajarkan kebenaran.

2. Makna filosofi dalam cerita Para dan Apara Vidya
Tampa pengetahuan Apara Widya pengetahuan Para tidak mungkin dapat di capai. Maka dari itu, keduanya sangat penting untuk dicapai sebab jika tidak ada salah satunya maka tidak lengkap. Atman adalah kekuatan yang merupakan pemeran utama dari semua mahluk. Atman yang mendorong manusia untuk memperoleh kebahagian. Tidak ada manusia yang bertindak tampa mencari kebahagian. Manusia mengalami penderitaan karena keterbatasan tidak mengetahui tentang hakekat atman atau Para Widya yang merupakan keabadaia dan kebahagiaan yang tiada duanya.

3. Tanggapan penulis terhadap cerita Para dan Apara Vidya
Pada halaman 99 dikatakan bahwa pengetahuan para dan apara vidya sama-sama penting dan tidak ada salah satu pun yang lengkap tampa memperoleh yang lain. Tetapi pada percakapan antara Narada dan Rsi Sanatkumara pada halaman 101, Rsi Sanatkumara mengatakan semua yang anda ketahui itu hanyalah nama dan kata-kata yang tidak perlu


Cerita Upanisad "Para dan Apara Vidya"

Ringkasan:
Cerita ini berisi tentang percakapan antara Narada dan Rsi Sanatkumara mengenai Para Widya (pengetahuan spiritual/tingkat tinggi) dan Apara Widya (pengetahuan material/rendah). (Chandogya Upanisad, Rsi Angirasa)
Narada sahabatku, semua yang anda ketahui itu hanyala nama dan kata-kata yang tidak perlu. Anda hanya dapat merai apa yang dapat diraih oleh kata-kata tersebut.Tidak lebih dari itu kata Rsi Sanatkumara. Narada kemudain bertanya:” apakah ada yang lebih besar dari nama dan kata-kata?, ada Nama dan kata-kata tersebut yaitu :

  • Kekuatan Ujaran 
  • Kesadaran Pikiran (Keinginan) 
  • Kesadaran 
  • Meditasi
  • Kekuatan pemahaman 
  • Kekuatan atau Tenaga 
  • Makanan  
  • Air 
  • Panas 
  • Akasa
  • ATMAN



Dengan memahami makna keduanya secara mendasar sesungguhnya menurut Hindu itulah makna ilmu pengetahuan yang sesungguhnya. Ilmu pengetahuan menurut Hindu, bukanlah hanya sekadar kesadaran rasio terhadap dunia objek inderawi seperti yang dirumuskan para pakar dari dunia barat, dunia liberalisme (Capra, 2000). Ilmu pengetahuan menurut Hindu adalah kesadaran diri yang mendalam terhadap fenomena alam duniawi (sekala) dan fenomena alam surgawi (niskala), aparawidya dan parawidya. Karena itu, ilmu pengetahuan manusia pada dasarnya adalah kesadaran terhadap hubungan manusia dengan Sang Pencipta yang bersifat niskala dan kesadaran terhadap hubungan manusia dengan manusia dan dengan alam semesta yang bersifat sekala (Subagia, 2006, 2005). Kesadaran yang pertama terkait dengan parawidya dan kesadaran kedua terkait dengan aparawidya


Manusia menurut pandangan Hindu merupakan kesatuan dari hakikat manusia sebagai makhluk biologis dan makhluk religius serta makhluk individu dan makhluk sosial sekaligus. Dengan kesadaran kodrat ini manusia mengakui kesadarannya terikat dengan konteks sifat­sifat guna (kategori kualitas) termasuk terpengaruh oleh sifat­sifat tri guna (satwam, rajas, dan tamas) di samping sifat­sifat atau daya guna yang lain seperti sifat­sifat warna, rupa, bentuk, cicip, bunyi, bau, sentuh, hitung atau jumlah, ruang, waktu, dan sifat sebab akibat (Atmadja, tt). Hubungan antara kesadaran susunan dan hakikat kodrat dapat membantu manusia mengembangkan kesadaran atau pengetahuannya yang cenderung bersifat timbal balik dan komplementer antara pengembangan pengetahuan yang berorientasi kepada kesadaran duniawi (aparawidya) dan pengembangan pengetahuan yang berorientasi kepada kesadaran spiritual (parawidya). Dengan pandangan seperti ini, pandangan Hindu relevan dengan adagium yang menyatakan bahwa ilmu duniawi tanpa kesadaran spiritual akan menjadikan manusia buta, sedangkan kesadaran spiritual tanpa diikuti pengembangan pengetahuan duniawi bisa membuat manusia lumpuh


Para Widya itu ada yang tergolong jnyana yaitu : 
Ilmu pengetahuan suci untuk membangun kesadaran spiritual. Kesadaran spiritual itu untuk memberikan landasan moral dan mental pada dinamika kecerdasan intelektual. Daya spiritual yang melandasi kecerdasan intelektual untuk melandasi kepekaan emosional agar diwujudkan untuk membina kelestarian alam lingkungan dengan asih dan mengabdi pada sesama manusia dengan punia sebagai wujud bhakti pada Tuhan


Hal yang yang paling dikemukakan para widya yaitu :
Pengetahuan yang akan memberikan kita pengetahuan tentang diri kita terlebih dahulu.
Karena kita merupakan ciptaan Tuhan atau bagian percikan terkecil dari Tuhan, maka kita harus berusaha untuk kembali kepada Tuhan yaitu dengan mencapai moksa. Namun sebelum itu, untuk mencapai moksa (kembali ke alam Tuhan), karena kita berada di dunia material ini, maka mau tidak mau kita harus berhubungan dengan alam material ini, paling tidak dengan badan kita ini.
Dengan demikian, untuk memelihara kehidupan kita di dunia material ini, kita memerlukan suatu pengetahuan yang bisa memberikan kita tuntunan untuk menjalani kehidupan ini. Dengan demikian, Tuhan yang maha kuasa, yang mengetahui segala sesuatu dan sudah pasti mengerti keperluan para makhluk hidup di dunia material ini, Beliau sudah sangat berkarunia memberikan kita   bagian dari sastra weda yang berisi tuntunan hidup di dunia ini.


Sabtu, 24 Agustus 2019

Sejarang Tari Barong dan Rangda

Sejarang Tari Barong dan Rangda

Tari Barong Bali adalah satu dari begitu banyak bentuk seni yang ada di Bali. Tarian Barong ialah sebuah tari tradisional yang biasa ditandai dengan adanya topeng hewan berkaki empat yang besar dan kostumnya dikenakan oleh satu hingga dua orang. Tarian ini merupakan peninggalan kebudayaan pra-Hindu dan bercerita tentang hal paling klise, yaitu pertentangan antara kebaikan dan kejahatan. Meskipun biasanya Barong digambarkan sebagai seekor macan atau singa, banyak juga jenis-jenis Barong lainnya seperti Barong Keket, Babi, dan Landung. Keket sendiri adalah lembu yang oleh masyarakat Bali dikenal sebagai Raja Hutan dengan nama Banaspati Raja.


https://hanyauntukalian.blogspot.com

Asal Usul Tari Barong Bali
Kata “barong” dipercaya muncul dari kata bahrwang yang secara bebas dapat diartikan sebagai beruang. Beruang ini dipercaya sebagai sebuah kekuatan mistis, hewan mitos yang memiliki kekuatan gaib tinggi sehingga dipuja sebagai pelindung. Beberapa sumber mengatakan bahwa sejarah tari Barong Bali merupakan saduran dari cerita masyarakat Tiongkok yaitu Barongsai, sementara beberapa orang lainnya menganggap ada perbedaan yang sangat jelas antara Barongsai dan Barong dimana menurut mereka tarian Barong memiliki nilai cerita yang baik serta tidak jarang diselingi oleh humor yang segar sehingga dapat menjaga penonton agar tidak bosan. Tarian Barong ini menceritakan tentang kisah yang paling sering diceritakan dalam cerita rakyat manapun yaitu tentang pertempuran antara pihak baik melawan pihak jahat. Sepanjang sejarah tari Barong Bali, pihak yang baik selalu digambarkan dengan sosok Barong, makhluk buas berkaki empat yang di dalamnya dikendalikan oleh dua orang penari. Pihak jahat juga selalu digambarkan dengan sama, yaitu Rangda, sebuah sosok mirip wanita menyeramkan yang memiliki dua buah taring besar di mulutnya.
Ada pandangan yang berbeda tentang sejarah tari Barong Bali ini, dimana salah satu pandangan menyatakan bahwa tari Barong merupakan sebuah seni yang sudah sejak lama ada di Indonesia, sebuah kesenian bawaan dari masyarakat Austronesia. Pandangan ini juga memberitakan bahwa kisah yang dimainkan dalam tari Barong merupakan kisah tentang Bhatara Pancering Jagat dan istrinya yang bernama Ratu Ayu Pingit Dalem Dasar. Pandangan lainnya tentang Barong muncul dari itihasa Bali dimana tari Barong muncul dari cerita suci dan bukan dongeng. Dipercaya kisah tentang Barong dan Rangda ini berkaitan dengan cerita ketika Siwa mencari Dewi Uma.
Kali pertama dalam sejarahnya tari Barong Bali dijadikan pertunjukkan adalah pada abad ke-19 dimana pada saat itu Raja Kelungkung yang memiliki nama atau julukan Ida I Dewi Agung Sakti meminta diadakannya pertunjukkan yang bentuknya adalah wayang orang dengan total penari sekitar 36 orang dimana sebagian dari penari tadi harus berperan sebagai pasukan dari seekor raja kera dan sebagian lagi berperan sebagai pasukan rahwana. Para penari ini kemudian diharuskan mengenakan topeng dan busana yang terbuat dari serat yang bernama braksok. Saking populernya, pertunjukkan tersebut kemudian diberi nama Barong Kadingkling atau Barong Blasblasan yang jika berkunjung ke suatu desa, diyakini pohon kelapa yang ada di desa tersebut menjadi amat sangat subur.

Jenis-Jenis Barong dan Rangda Dalam Tari Barong Bali

Dalam pengaplikasian dan perkembangan tari Barong Bali, ada beberapa jenis topeng yang dikenakan oleh penari utama. Yang paling sering dipentaskan adalah Barong Ket, sebuah tarian yang wujudnya nampak seperti perpaduan antara singa, macan, dan sapi. Badan dari Barong ini memiliki hiasan ukir yang terbuat dari kulit dan ditempeli cermin sehingga nampak berkilau. Bulu-bulu yang ada di badan Barong Keket ini juga terbuat dari perasok, serat dari daun yang mirip dengan pandan, ijuk, bahkan tak jarang terbuat dari bulu milik burung gagak.

Barong berwujud hewan kedua, dalam sejarahnya dikenal dengan nama Barong Bangkal yang terkadang disebut juga Barong Celeng. Sesuai namanya, Barong ini memiliki bentuk yang menyerupai seekor bangkal atau bangkung, seekor babi besar yang umurnya sudah tua. Barong jenis ini biasa dipentaskan pada hari-hari keramat dengan cara dibawa berkeliling desa.
Jenis Barong hewan yang terakhir ialah Barong Macan yang sesuai namanya, berwujud macan. Salah satu jenis Barong yang terkenal baik oleh kalangan masyarakat Bali maupun masyarakat luar Bali. Biasa dipentaskan dengan cara diarak mengelilingi desa dan dilengkapi macam-macam peralatan drama seperti gamelan dan lainnya.

Jenis barong yang lain ialah Barong Landung yang tidak lagi berbentuk hewan dan lebih mirip seperti Ondel-ondel Jakarta. Cerita yang meliputi Barong Landung ialah Barong ini merupakan penggambaran dari Raja Kerajaan Bali yang bernama Jaya Pangus dimana ia mempersunting seorang putri Tiongkok bernama Kang Cing Wei. Cerita dalam pementasan Barong Landung berpusat pada bagaimana pernikahan antara kedua manusia tadi tidak direstui oleh para dewa karena Jaya Pangus dinilai telah melanggar adat dan ketika tidak dapat memiliki keturunan ia pergi menemui Dewi Danu dan dijadikan properti milik Dewi tersebut sehingga terjadi pertikaian antara istrinya dengan sang Dewi.

Selain Barong, pihak lain dalam kisah Barong adalah Rangda yang digambarkan sebagai ratu dari para leak yang ada. Rangda digambarkan sering menculik dan memangsa anak-anak kecil dan memimpin sepasukan penyihir jahat untuk membasmi Barong. Layaknya Barong, ada beberapa jenis Rangda yang ada dan yang pertama adalah Rangda Nyinga yang berbentuk seperti singa dan mulutnya sedikit menonjol untuk menggambarkan bahwa Rangda tersebut memiliki sifat buas seperti singa. Jenis kedua ialah Rangda Nyeleme yang wajahnya mirip dengan manusia demi menandakan bahwa Rangda tersebut berwibawa. Jenis Rangda terakhir ialah Rangda Raksasa yang merupakan gambaran Rangda pada umumnya. Jenis-jenis Rangda ini menambah variasi dalam penceritaan sejarah tari Barong Bali.

Itulah sedikit cerita sejarah Barong dan Rangda. Semoga bermanfaat dan jangan lupa bahagia hari ini ;)

Senin, 19 Agustus 2019

5 Cara menjaga Kesehatan saat Musim Hujan

5 Cara menjaga Kesehatan saat Musim Hujan

Musim hujan kembali datang? Bagi sebagian orang, musim ini merupakan musim yang menyenangkan. Hari-hari dengan udara panas dan terik matahari yang menyengat kini berganti menjadi hawa sejuk dan curahan air hujan yang menenangkan. Namun, bagi sebagian orang, musim ini mungkin menyebalkan, karena tubuh jadi mudah terserang penyakit. Tapi tenang, disini ada cara untuk tetap menjaga kesehatan di musim hujan!


Ini dia 5 cara menjaga kesehatan saat musim hujan

1. Tetap aktif di dalam ruangan

Menjaga kesehatan di musim hujan yang terakhir, udara dingin saat musim hujan memang sangat melenakan! Rasanya Anda tidak ingin keluar dari selimut. Eits, Anda justru harus lebih aktif meskipun berada di dalam ruangan, lho. Dengan menjaga Anda tetap aktif dan banyak bergerak, Anda akan menjaga sirkulasi tubuh tetap normal, dan Anda akan tetap merasa sehat di musim hujan!

2. Rajin mencuci tangan

Menjaga kesehatan di musim hujan pertama dengan rajin mencuci tangan. Anda tentu sering beraktivitas di luar rumah bukan? Maka Anda akan mudah terpapar oleh bakteri dan virus yang hidup di berbagai tempat, seperti kursi di taman, pintu mobil, railing pada angkutan umum, dan lain-lain. Cucilah tangan Anda setiap Anda akan beraktivitas, seperti makan, dan sesudah beraktivitas, seperti berkendara di tempat umum. Gunakan air hangat dan sabun, dan pastikan Anda menjangkau seluruh bagian tangan Anda, seperti sela-sela jari dan kuku-kuku.

3. Hindari kubangan

Ketika musim hujan tiba, hal utama yang harus Anda hindari jika banyak beraktivitas di luar ruangan adalah genangan air. Pasalnya, air pada genangan tersebut merupakan sumber penyakit; seperti diare, influenza, kolera, hingga infeksi kulit karena jamur. Lindungi kaki Anda dengan menggunakan sepatu boots, atau gunakan sandal jepit yang terbuat dari karet. Bentuknya memang lebih terbuka, namun Anda akan lebih mudah membersihkannya dan lebih cepat kering.

4. Hindari menyentuh wajah

Vrus influenza paling mudah masuk ke tubuh manusia melalui mata, hidung, dan mulut. Anda tentu tahu bukan, bahwa tangan Anda mengandung banyak bakteri? Oleh karena itu, hindari menyentuh wajah, mengucek mata, atau mengelap kening dengan tangan Anda. Lebih baik gunakan sapu tangan.

5. Basmi nyamuk

Anda merasa rumah Anda jadi banyak nyamuk di musim hujan? Itu hal wajar. Nyamuk berkembangbiak lebih banyak, terutama di air yang menggenang. Tidak heran penyakit malaria tersebar di mana-mana. Anda bisa melakukan fogging atau semprotan pembasmi nyamuk, serta menguras bak air dan mengeringkan lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang jentik-jentik berkembang biak.


Itulah 5 cara menjaga Kesehatan saat musim Hujan tiba. Dengan tetap Fit maka pekerjaan dan aktifitas anda dapat berjalan dengan lancar. Buat anak anak yang masih di bangku sekolah tidak akan mudah sakit. Semoga berhasil dan jangan lupa bahagia hari ini ;)